Ujian Nasional sudah berlalu bagi SLTA dan hampir berlalu bagi SLTP maupun SD. Hiruk pikuk berita mengenai pertentangan pelaksanaan Ujian Nasional tersebut mengalahkan berita (yang hampir tidak ada) tentang bagaimana persiapan terbaik para siswa untuk mengikuti UNAS. Sebagian kalangan yang menolak UNAS termasuk sekelompok siswa/siswi yang ikut demo kemarin saya yakin juga mengikuti Ujian dengan harapan akan lulus.
Dari berbagai opini yang menolak UNAS, diantaranya yang menyatakan bahwa sekolah 3 tahun hanya ditentukan selama beberapa hari, standar pendidikan yang tidak jelas, adanya siswa unggulan yang tidak lulus, alasan mereka sebenarnya hanya satu TAKUT TIDAK LULUS.
Egoisme pribadi dan terlalu bangga pada diri sendirilah yang menyebabkan itu. Bagaimana tidak, apakah arti dari kelulusan itu sendiri….?, tak lebih dari sekedar kebanggaan diri sendiri karena merasa lebih bisa dari mereka yang tidak lulus, dan hal tersebut cuma berlangsung beberapa hari saja. Ketika mereka mulai mencari PT atau ada yang mencari kerja CAP KELULUSAN tidak lagi dapat dibanggakan, karena derajat mereka yang lulus UNAS SLTA dari sekolah favorit dengan wong ndeso kluthuk yang hanya lulusan Paket C SAMA SAJA.
Jadi, marilah kita berusaha untuk Menghadapi UNAS dan menerima apapun hasil UNAS itu dengan optimis, daripada hanya menjadi corong orang-orang yang berkepentingan. Banyak jalan yang tersedia bagi mereka yang selalu berusaha tanpa pernah putus asa. Sekali lagi renungkanlah kebanggaan bahwa anda LULUS hanyalah sementara saja dan derajat kelulusan SLTA favorit sekalipun dengan Paket C di pedesaan SAMA SAJA….!!!!!






Komentar Terakhir